Jumat, 12 April 2013

Lolos ke Semifinal Lagi, Barca Torehkan Rekor

 
Barcelona - Barcelona kembali menjejakkan kaki mereka di babak semifinal Liga Champions. Keberhasilan tersebut membuat Los Cules menorehkan rekor baru lolos ke semifinal secara berturut-turut.

Barca bermain imbang 1-1 dengan Paris Saint-Germain di leg kedua perempatfinal yang digelar di Camp Nou, Kamis (11/4/2013) dinihari WIB. Sempat tertinggal oleh gol Javier Pastore, mereka akhirnya bisa menyamakan skor lewat kaki Pedro Rodriguez.

Dengan hasil imbang tersebut, skor agregat menjadi sama kuat 3-3 karena pertemuan pertama berakhir seri 2-2. Tapi, Barca-lah yang berhak melaju ke semifinal berkat aturan gol tandang.

Semifinal Liga Champions sebenarnya bukan hal yang asing buat Barca. The Catalans selalu lolos ke babak empat besar dalam enam musim secara berturut-turut, mulai musim 2007/2008 sampai 2012/2013.

Dicatat Infostrada Live, Barca adalah klub pertama yang bisa melakukan hal tersebut di Piala Champions/Liga Champions. Mereka melewati catatan Real Madrid, yang selalu lolos ke semifinal pada periode 1955/1956-1959/1960.

Berikut kiprah Barca di Liga Champions dalam enam musim terakhir:

2007/2008: kalah di semifinal
2008/2009: juara
2009/2010: kalah di semifinal
2010/2011: juara
2011/2012: kalah di semifinal
2012/2013: semifinal (masih berlangsung)

Diimbangi PSG 1-1, Barca Lolos ke Semifinal

Barcelona - Barcelona harus berjuang ekstra sengit saat menjamu Paris Saint Germain di leg kedua babak delapan besar Liga Champions. Tertinggal lebih dulu, Blaugrana akhirnya berhasil meraih hasil imbang 1-1 dan mengantongi tiket semifinal.

Bertanding di Camp Nou, Kamis (10/4/2013) dinihari WIB, Barcelona tak memasukkan Lionel Messi dalam starting line up menyusul kondisinya yang belum pulih benar pasca cedera hamstring. Ketiadaan Messi memberi pengaruh besar dalam permainan tuan rumah, yang kurang berkembang dan lebih banyak tekanan di menit-menit awal laga.

Di babak pertama, Barcelona malah lebih banyak dapat ancaman melalui aksi-aksi Zlatan Ibrahimovic, Lucas Moura sampai Ezequiel Lavezzi dan Javier Pastore. Namun hingga babak pertama laga berakhir tanpa ada gol tercipta.

Adalah PSG yang unggul lebih dulu melalui Pastore di menit 49. Tertinggal 0-1, Barcelona lantas memasukkan Lionel Messi. Dan pemain terbaik dunia itu ikut punya adil dalam terciptanya gol yang dilesakkan Pedro Rodriguez pada menit 71.

Hasil 1-1 membuat kedua tim berbagi agregat 3-3. Dengan aturan agresivitas gol tandang, Barca berhak lolos ke semifinal. Menemani Real Madrid, Borussia Dortmund dan Bayern Munich yang juga lolos ke empat besar.

Jalannya Pertandingan

Laga langsung berjalan sengit sejak menit awal, dengan Barcelona dan PSG sama-sama bermain terbuka dan menciptakan peluang bikin gol. Tuan rumah punya kesempatan pertama bikin gol saat tendangan bebas Xavi Hernandes di muka kotak penalti menyasar sisi luar gawang Salvatore Sirigu.

PSG tak tinggal diam karena kurang dari semenit kemudian Ezequiel Lavezzi langsung menguji Victor Valdes melalui tendangan dari dalam kotak penalti, yang bisa ditangkap dengan sempurna oleh kiper asal Spanyol itu.

Di menit 12, usai mencuri bola dari pemain PSG, Iniesta jeli melihat Sirigu tak berada di posisinya. Melepaskan tendangan dari tengah lapangan, bola sepakan Iniesta melayang tipis di atas sasaran. PSG kembali membalas melalui sepakan mendatar Lucas Moura dari luar kotak penalti, yang lagi-lagi masih bisa ditangkap Valdes.

PSG dapat peluang terbaiknya di menit 24, saat Zlatan Ibrahimovic melepas umpan terukur pada Lavezzi. Masuk ke kotak penalti sambil menguasai bola, sepakan Lavezzi masih bisa dihalau Valdes menggunakan kakinya. Nyaris saja tim tamu membuka keunggulan.

PSG kembali punya peluang matang bikin gol saat tandukan Moura dari jarak dekat pada menit 28 masih bisa ditepis Valdes. Tendangan sudut yang lahir dari momen itu berujung pada tandukan Alex yang lagi-lagi memaksa Valdes jatuh-bangun mengamankan gawangnya. Sampai menit 30 PSG telah membuat empat shot on goal, sementara Barca nol.

Di menit 37 David Villa dapat sedikit ruang tembak di dalam kotak penalti. Namun upayanya itu tak membuahkan hasil karena sepakannya melayang tinggi. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.

Pertandingan babak kedua berjalan empat menit, Paris Saint Germain berhasil menjebol gawang Barcelona. Gol tim tamu dilesakkan olih Javier Pastore. Gol tersebut berawal dari umpan terobosan yang dilepaskan Zlatan Ibrahimovic dan bisa dikejar Pastore yang mengalahkan sprint dua bek Barca. Tinggal berhadapan dengan kiper, sontekan Pastore masuk ke gawang dan mengubah kedudukan jadi 1-0.

Atas gol tersebut, Barcelona langsung bereaksi dengan memasukkan Messi. Dan hadirnya pemain terbaik dunia itu terbukti menambah daya gempur tuan rumah yang setidaknya dalam periode lima menit setelah Messi masuk lapangan punya tiga kesempatan mencetak gol penyama.

Salah satu yang terbaik adalah kerjasama satu-dua antara Villa dengan Iniesta, tapi sepakan keras Iniesta dari dalam kotak penalti dihadang Sirigu dengan sempurna. Tak lama berselang Pique melepaskan tendangan keras dari muka kotak penalti. Tendangan mendatar bek tengah Spanyol itu terhadang padatnya barisan belakang PSG.

Akhirnya Barcelona berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 71 melalui Pedro. Menusuk di sepertiga pertahanan PSG, Messi melepaskan umpan pada David Villa di dalam kotak penalti. Dikepung banyak pemain lawan, Villa mengirim bola pada Pedro. Yang langsung menyambarnya dengan tembakan keras. Bola masuk ke gawang.

Barcelona kemudian punya kesempatan untuk menambah jumlah golnya. Salah satunya lewat aksi individu Iniesta yang mengelabuhi dua bek PSG di dalam kotak penalti. Namun saat tinggal berhadapan dengan kiper di sudut sempit, sepakannya melebar.

Di menit-menit akhir pertandingan PSG mencoba memberi tekanan ke pertahanan Barcelona. Namun sampai akhirnya wasit meniupkan peluit panjang tanda laga tuntas, papan skor masih menunjuk angka 1-1.

Susunan Pemain:

Barcelona XI: Valdes, Dani Alves, Pique, Adriano ('62 Marc Bartra), Alba, Xavi, Busquets, Iniesta, Pedro, Fabregas ('62 Messi), Villa ('84 Song)

PSG XI: Sirigu, Jallet ('87 Gregory Van Der Wiel), Alex, Thiago Silva, Maxwell, Lucas Moura, Verratti ('83 David Beckham), Motta, Pastore, Lavezzi ('81 Kevin Gameiro), Ibrahimovic

Rabu, 10 April 2013

'Man vs Machine', Saat Messi Berduel dengan RoboKeeper

 

Tokyo - Lionel Messi saat ini dikenal sebagai salah satu pemain top dunia yang sudah meraih sederet rekor di dunia sepakbola. Tetapi ia rupanya sedikit kesulitan juga ketika harus berhadapan dengan seorang lawan yang tidak terdiri dari darah dan daging.

Lawan yang kali ini dihadapi si pemain Barcelona asal Argentina adalah seorang kiper robot. Momen unik ini dihadirkan oleh sebuah stasiun televisi Jepang di suatu segmen spesial bertajuk 'Man vs Machine' yang menghadirkan skenario adu penalti.

RoboKeeper, begitu kiper robot itu disebut. Dilaporkan Dead Spin sebagai hasil rancangan dari Jerman, robot tersebut menggunakan sepasang kamera untuk mengikuti pergerakan bola dan kemudian bereaksi dengan amat cepat untuk menghalau eksekusi penalti.

Lalu, dimulailah duel Manusia kontra Mesin, Messi versus RoboKeeper. Messi diberi tiga kesempatan guna bikin gol dari titik putih untuk dinyatakan menang atas RoboKeeper.

Tendangan pertama, Messi membidik ke arah kanan bawah, alias sisi kiri arah kiper. Bola melaju kencang dengan kecepatan 126 km per jam menuju sudut gawang, meski RoboKeeper memperlihatkan reaksi jitu saat bergerak ke arah bola tendangan Messi.

Pada tendangan kedua, Messi memilih sisi gawang sebaliknya. Ia membidik ke arah pojok kiri atas gawang, lalu menyepak keras-keras bola yang kemudian melaju dengan kecepatan 132 km per jam menuju sasaran.

Menghadapi tendangan itu, si kiper robot sekali lagi bereaksi ke arah yang tepat meski tak kuasa membendung bola tendangan Messi. Sayangnya, bola juga cuma membentur tiang gawang alias tak masuk.

Setelah dua kali gagal mengirim bola melewati RoboKeeper, kesempatan terakhir untuk Messi pun tiba. Belajar dari tembakan sebelumnya, Messi--yang musim ini sukses mengonversi empat tendangan penaltinya menjadi gol di La Liga--pun memilih sudut yang mirip dengan tendangan keduanya, meski ia kini membidik sedikit ke dalam.

Messi lantas menyepak bola, yang kemudian tercatat melaju dengan kecepatan 133 km per jam, dan RoboKeeper sekali lagi bereaksi tepat ke arah datangnya bola. Bola lantas mengenai ujung-ujung "tangan" si robot, meski tetap meluncur masuk ke gawang.

Seperti lazimnya pesepakbola setelah bikin gol, Messi pun terlihat kegirangan setelah akhirnya menaklukkan RoboKeeper. Dengan memamerkan senyum lebar, ia pun berlari-lari merayakan kemenangannya tersebut. Penasaran dengan duel 'Manusia versus Mesin' itu? simak videonya disini

Bronckhorst: Neymar Akan Gabung Barca

Barcelona - Mantan pemain Barcelona, Giovanni van Bronckhorst menyatakan bahwa bintang Santos, Neymar tidak akan memilih Chelsea sebagai pelabuhannya. Namun, pemain 21 tahun tersebut akan bergabung dengan Blaugrana.

Menurut van Bronckhorst, Neymar harus bermain di eropa sebelum pagelaran Piala Dunia. Mantan pemain Barcelona dan Arsenal tersebut menambahkan, akan sangat bagus bagi pemain Brasil tersebut untuk meninggalkan Santos sebelum 2014.

"Neymar akan menjadi transfer bagus bagi Barcelona. Dia dan Messi akan menjadi duet yang padu dan mengerti satu sama lain," Ujarnya.

"Neymar harus beradaptasi dengan gaya bermain Barca. Klub Brasil membiarkan para pemainnya bermain lebih individu, namun di Barca lebih mengandalkan sepakbola dengan sentuhan cepat," Pungkasnya.

Kuipers Pimpin Laga Barcelona vs PSG

Barcelona - Pertandingan antara Barcelona melawan PSG di Camp Nou nanti akan dipimpin oleh wasit Bjorn Kuipers. Wasit asal Belanda tersebut telah satu kali memimpin pertandingan Barca dan PSG musim ini.

Bjorn Kuipers memimpin pertandingan Barcelona
ketika takluk 1-2 di Hampden Park melawan Celtic pada 7 November lalu. hasil itu merupakan kekalahan perdana Barca pada musim ini.

Secara keseluruhan, Kuipers telah memimpin lima laga Barcelona. La Blaugrana bisa mengemas tiga kemenangan, satu hasil seri dan sekali kalah ketika diwasiti oleh Kuipers.

Kuipers sebelumnya juga memimpin pertandingan PSG kontra Dynamo Kiev pada 18 September lalu. Saat itu, PSG menang 4-1 dalam pertandingan fase grup.

Pemain yang mungkin agak kesal kepada Kuipers adalah Zlatan Ibrahimovic. Pasalnya, Kuipers merupakan wasit yang memimpin laga Barca-AC Milan musim lalu. Saat itu Milan kalah 1-3 dan Kuipers menghadiahkan dua penalti kepada Barca.

Ibra sangat marah dengan keputusan Kuipers dan mengkritik sang pengadil setelah pertandingan. "Sekarang saya mengerti apa yang dirasakan Mourinho setiap kali bertanding di Camp Nou," kecam Ibra waktu itu.

'Barca Tanpa Messi, Peluang PSG Lolos Lebih Besar'

 
Barcelona - Paris Saint Germain berharap Lionel Messi benar-benar tak bermain di leg kedua. Absennya pemain terbaik dunia itu disebut Carlo Ancelotti membuat peluang timnya menang lebih besar.

Belum ada konfirmasi dari pihak Barcelona apakah Messi akan dimainkan saat menjamu PSG, Kamis (11/4/2013) dinihari WIb besok. Sebagaimana diketahui, Messi mengalami cedera hamstring saat tampil dalam leg pertama di Parc des Prince, pekan lalu.

Cederanya Messi jadi kabar baik buat kubu PSG. Carlo Ancelotti menyebut kalau peluang timnya menang akan lebih besar andai pesepakbola terbaik dunia itu benar-benar tak bisa turun bermain di Camp Nou.

"Kami punya kesempatan lebih besar jika Messi tidak bermain, tapi itu tak akan mengubah strategi kami," sahut Ancelotti dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Meski cuma bisa bermain imbang 2-2 di kandang sendiri, PSG masih punya peluang besar untuk lolos ke semifinal. Hasil imbang lebih besar dari 2-2 atau menang dengan skor berapapun akan bisa mengantar Zlatan Ibrahimovic dkk. melangkah ke semifinal.

"Kami haru percaya diri untuk menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Kami butuh kepercayaan diri dan karakter. Kami tak boleh berpikir soal kesalahan kami, tapi memikirkan apa yang kami lakukan dengan baik di leg pertama. Saya tidak khawatir," lanjut pelatih asal Italia itu.

"PSG senang bisa berada di sini, karena itu akan menjadi malam yang fantastis. Semua orang tahu peluang kami kecil untuk bisa melakukannya, tapi bagaimanapun kami punya peluang itu. Kami akan buktikan kami bisa bermain menghadapi tim yang fantastis. Kami akan memberikan semua kualitas yang kami punya, menyerang, bertahan, menjadi solid dan tangguh," tegasnya lagi di situs resmi UEFA.

Iniesta: Barca Bergantung pada Messi, tapi...

Barcelona - Andres Iniesta mengakui bahwa Barcelona bergantung pada sosok Lionel Messi. Namun, jikapun tak ada Messi, Andres Iniesta menilai masih ada banyak pemain Barca lainnya yang bisa menggantikan perannya.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi apabila Messi adalah mesin gol utama Barca. Di La Liga, Messi sudah mencetak 43 gol sekaligus memuncaki daftar pencetak gol terbanyak. Sementara di Liga Champions, striker Argentina itu membukukan delapan gol atau yang terbanyak kedua.

Namun Messi mengalami cedera saat Barca melakoni leg pertama babak perempatfinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain sepekan lalu. Dia bahkan sudah absen saat Los Cules menjamu Mallorca di La Liga akhir pekan lalu.

Iniesta tak menampik bahwa Messi adalah pemain yang amat penting untuk timnya. Tapi gelandang internasional Spanyol itu tak terlalu khawatir jika Messi absen karena dia menilai Barca punya banyak pemain lain yang juga bisa diandalkan.

"Tidak diragukan lagi ada Messidependencia -- ketergantungan pada Messi -- dalam hal bahwa dia penting bagi kami. Dia adalah pemain kunci. Dia yang terbaik saat bermain," tutur Iniesta seperti dikutip Football Espana.

"Dan ada Messidependencia pada fakta bahwa dia memberi keuntungan bagi seluruh tim saat dia bermain. Ada Leo atau tidak, jelas mengubah segalanya. Tapi tim ini adalah yang kami miliki dan semua bisa bermain dan tampil di level tertingginya."

Messi masih diragukan untuk tampil di laga leg kedua perempatfinal melawan PSG di Camp Nou, Kamis (11/4/2013) dinihari WIB. Dengan atau tanpa Messi, Iniesta berharap Barca bisa lolos ke babak berikutnya.

"Kami akan lihat besok. Saya pikir kami akan selalu bermain dengan cara yang sama, siapapun yang bermain. Tapi dengan Leo, benar bahwa kami lebih ofensif," lanjut Iniesta.

"Semoga kami bisa tampil luar biasa dan lolos ke semifinal entah Leo bermain atau tidak," harap gelandang Barca itu.

Soal Messi, Barca Akan Tunggu Sampai Detik Terakhir

 
Barcelona - Meski kondisinya sudah membaik, belum ada kepastian apakah Lionel Messi akan bisa dimainkan saat Barcelona menjamu Paris Saint Germain. The Catalans akan menunggu hingga detik akhir untuk mengambil keputusan.

Messi mengalami cedera hamstring saat Barcelona bertamu ke PSG di leg pertama babak delapan besar Liga Champions pekan lalu. Sempat dikhawatirkan akan absen panjang, pihak Barca kemudian menyebut kalau pemain terbaik dunia itu punya peluang main di leg kedua.

Namun sekitar 24 jam sebelum kick off pertandingan tersebut, Barca masih belum bisa memberi konfirmasi apakah Messi akan bisa dimainkan. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, asisten pelatih Jordi Roura menyebut kalau mereka akan menunggu hingga saat-saat terakhir untuk mengambil keputusan.

"Kami harus menunggu sampai malam ini dan besok untuk mengetahui soal Messi, Pedro dan Adriano. Feeling kami positif, tapi kami harus menunggu hingga sesi latihan sebelum mengambil keputusan," sahut Roura.

"Jika mereka bermain maka memang ada jaminan mereka bisa dimainkan. Tapi kami harus sabar dan menunggu hasil tes medis, yang sangat vital untuk mengambil keputusan final.

Messi mencetak satu gol saat Barcelona membawa pulang hasil imbang 2-2 dari Parc des Prince pekan lalu. Total di Liga Champions musim ini dia telah melesakkan delapan gol, tertinggal satu dari Cristiano Ronaldo yang sementara jadi top skorer.

Selasa, 09 April 2013

Xavi: Generasi Ini Akan Menangi Lebih Banyak Gelar

Barcelona - Xavi Hernandez menegaskan skuat Barcelona saat ini masih lapar dengan kesuksesan dan yakin mereka akan memenangi lebih banyak gelar hingga beberapa tahun ke depan.

Blaugrana mendominasi sepakbola Eropa di beberapa tahun belakangan tapi banyak yang menilai roda sukses skuat Tito Vilanova mendekati akhir menyusul hasil kurang memuaskan sepanjang Februari lalu.

Namun, mereka akhirnya bisa membungkam kritik dengan kembali ke penampilan terbaik dan Xavi tidak ragu sedikit pun Azulgrana akan terus memenangi titel.

"Saya pikir kami menjalani empat atau lima tahun luar biasa di mana Barcelona sangat, sangat bagus. Tapi, saya pikir masih ada beberapa laga tersisa di generasi ini dan kami akan menikmati sukses lebih jauh," ujar Xavi kepada laman resmi Uefa.

"Kami melakukannya dengan baik di liga dan dalam posisi bagus di Liga Champions. Kami sangat berarap ini bisa bekerja, dan bahkan untuk Tito Vilanova, karena dia pantas untuk semua yang telah diperjuangkan."

Cules Azulgrana. Diberdayakan oleh Blogger.