Minggu, 15 April 2012

Messi Kian Tajam Bersama Guardiola


Valencia - Kehadiran Pep Guardiola sebagai pelatih Barcelona tak hanya bikin klub itu kian mengilap prestasinya. Tapi terkhusus lagi ketajaman Lionel Messi kian menjadi dengan torehan 201 gol selama ditangani Guardiola.

Sebelum Guardiola datang, Messi mulai mengangkat nama saat Frank Rijkaard menjadi nahkoda klub itu. Sejak debutnya di tahun 2004, Messi mencetak 42 gol di 110 pertandingan resmi bersama Rijkaard atau 0,38 gol per laganya.

Memang Messi membawa Barca meraih dua titel La Liga serta satu Liga Champions saat medio 2004 hingga 2008. Tapi ketajamannya serta peran Messi tak sevital sekarang di mana saat itu Los Cules masih punya Samuel Eto'o dan Ronaldinho di lini depan.

Tapi begitu Guardiola menangani tim musim panas 2008, Messi mendadak berubah jadi predator ganas di kotak penalti. Torehan golnya meningkat pesat nyaris lima kali lipatnya. Boleh dibilang Guardiola tahu harus menempatkan Messi di mana untuk mengeksplorasi naluri gol pesepakbola 24 tahun itu.

Dua gol yang dicetaknya saat Barca menundukkan Levante 2-1, Minggu (15/4/2012) dinihari WIB, membuatnya kini mengoleksi 201 gol selama empat musim ditangani Guardiola atau rataannya 0,96 gol per laga.

Total 243 gol itu pula yang membuat pesepakbola asal Argentina itu menjadi topskorer sepanjang masaAzulgrana, menggeser Cesar Rodriguez yang punya 234 gol.

Dilansir dari situs resmi tim asal Catalan itu, Messi mencetak 38 gol dari 51 laga resmi di musim pertama Guardiola, lalu meningkat jadi 47 gol dari 53 laga, kemudian di musim ketiga 53 gol dari 55 laga dan musim ini belum tuntas Messi punya 63 gol!

Rinciannya adalah 41 gol di La Liga, 14 gol di Liga Champions, dua di Copa del Rey, tiga di Piala Super Spanyol, satu di Piala Super Eropa dan dua di Piala Dunia Antarklub. Khusus untuk 41 gol di liga membuatnya sejajar dengan Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak dalam semusim sepanjang sejarah La Liga.

Dengan rataan 1,2 gol per laga, Messi kini hanya berjarak empat gol lagi dari rekor 67 gol selama semusim yang dipegang oleh penyerang legendaris Jerman, Gerd Mueller. (detiksport)

Dua Gol Messi Menangkan Barca


Valencia - Barcelona lolos dari kekalahan saat menjamu Levante sekaligus menjaga persaingannya dengan Real Madrid. Sempat tertinggal, Los Culesakhirnya menang 2-1 lewat dua gol Lionel Messi.

Dalam laga yang dihelat di Ciudad De Valencia, Minggu (15/4/2012) dinihari WIB, Barca tertinggal ketika penalti Jose Mari Barkero di babak pertama membawa Levante unggul 1-0.

Di babak kedua Barca yang terus menekan akhirnya memperoleh gol-gol kemenangan lewat Messi yang dicetak di menit 64 dan penalti di menit 71.

Dengan raihan tiga poin ini, Barca tetap menguntit Madrid dengan 81 poin dengan selisih empat poin di lima pekan tersisa. Persaingan pun akan kian ketat kala kedua tim bertemu di El Clasico pekan depan.

Sementara itu Levante tertahan di urutan ke-5 dengan 48 poin dari 33 laganya.

Jalannya pertandingan

Lima menit laga berjalan Barca sudah mengancam gawang Levante kawalan Gustavo Munua. Lionel Messi melepaskan sepakan keras yang masih bisa ditepis Munua.

Tekanan kembali muncul dari Barca di menit 10 ketika umpan Alexis Sanchez menemui Thiago Alcantara tapi bola hasil tembakannya masih melenceng dari sasaran.

Levante buat kejutan di menit 23 ketika mampu unggul lebih dulu. Diawali handball Sergio Busquets di kotak penalti, wasit menunjuk titik putih dan Barkero sebagai eksekutor tak menyia-nyiakannya dengam mengecoh Victor Valdes dan bola bersarang di dalam gawang.

Di menit 29 Barca kembali membuat peluang ketika crossing Messi menemui Cesc Fabregas, tapi tembakannya masih tepat di pelukan Munua.

Tak ada peluang lagi yang tercipta hingga turun minum dan Barca tetap tertinggal 0-1 dari Levante.

Di menit 51 Levante coba mencuri peluang ketika Arouane Kone menghindari penjagaan Javier Mascherano dan Thiago, lalu ia mengumpan ke arah Barkero. Sepakan dilepaskan Barkero tapi Carles Puyol dengan sigap menghalau bola tersebut.

Barca masih mendominasi jalannya laga dan mengurung Levante, tapi pertahanan tim tuan rumah yang rapat membuat Messi dkk sulit menciptakan gol.

Messi! Lagi-lagi 'Si Kutu' tampil sebagai pencetak gol Barca ketika di menit 64 sebuah sepakan kaki kiri ke pojok kanan gawang tak mampu dijangkau Munua dan gol ini menuntaskan kerjasama satu-duanya dengan Alexis.

Enam menit setelahnya Barca berbalik unggul setelah wasit menghadiahi penalti menyusul dijatuhkannya Isaac Cuenca di kotak penalti. Messi mengonversinya jadi gol sekaligus menambah pundi golnya di laga ini menjadi dua dan gol ke-41 musim ini.

Skor 2-1 pun tetap bertahan hingga laga usai dan Barca membawa pulang tiga angka ke Catalan.

Susunan pemain:

Levante: Munua; Pedro Lopez, Ballesteros, Cabral, Juanfran; Xavi Torres, Iborra; Valdo, Barkero, Botelho (Ghezzal 79')

Barcelona: Valdes; Puyol, Mascherano, Adriano; Busquets, Thiago, Xavi (Cuenca 45'), Fabregas; Pedro (Iniesta 54'), Messi, Alexis (Dani Alves 75') 

Sabtu, 14 April 2012

Dani Alves Dan Pique Fit, Keita Out

Dani Alves Dan Pique Fit, Keita Out

Barcelona - Gelandang Barcelona Seydou Keita tidak akan dibawa pelatih Josep Guardiola untuk meladeni Levante. Keita berlatih terpisah dari rekan-rekannya pada sesi latihan hari Jumat.

Tim Medis Barca menyatakan bahwa Keita masih belum fit untuk bisa dibawa ke Valencia karena masalah otot.

Namun ada juga berita gembira yang menghampiri Blaugrana. Dani Alves dan Gerard Pique sudah berlatih secara penuh dan siap tampil. Kedua pemain itu memang baru saja mengalami cedera ringan.

Sebelumnya, Barca juga menyampaikan bahwawinger Ibrahim Afellay sudah bisa bermain lagi setelah dilanda cedera selama tujuh bulan. Tetapi Pep memilih untuk tidak memasukkan nama Afellay ke dalam pasukannya.

Barca kini berada di peringkat dua dengan 78 poin dari 32 pertandingan, unggul 30 poin dari Levante yang berada di posisi lima. (bola.net)

Lionel Messi dan Rekor-Rekor Yang Bisa Dipecahkannya


Untuk kesekian kalinya Lionel Messi mematahkan satu rekor dan rekor lainnya. Seakan tak pernah bosan, La Pulga - julukan Pemain Terbaik Dunia tiga kali itu terus menunjukkan kehebatannya, membuat banyak orang bertanya-tanya: adakah rekor lain yang belum dipecahkannya?

Tak dipungkiri jika Messi adalah salah satu pemain terhebat yang dimiliki dunia sepak bola modern, namun untuk menahbiskan namanya menjadi pemain 'sempurna' di semua puncak rekor, jalan yang harus ditempuh pemuda Argentina itu masih sangatlah panjang, meski waktu berada di pihaknya.

Berikut ini adalah rekor-rekor yang masih bisa diburu oleh Si Kutu di usianya yang baru 24 tahun:
  • Messi sudah menggusur Cesar Rodriguez sebagai pencetak gol terbanyak Barca sepanjang masa, namun penyerang asal Spanyol itu yang melesakkan 192 gol di La Liga, masih memegang rekor pencetak gol di pentas liga. Saat artikel ini ditulis, Messi 'baru' mencetak 158 gol.
  • Rekor gol di ajang Copa Del Rey masih dipegang Josep Samitier dengan 65 gol, sementara Messi baru melesakkan 19 gol.
  • Messi boleh memegang rekor klub dengan mencetak lima gol dalam satu pertandingan Liga Champions, namun Laszlo Kubala masih menjadi pemegang rekor klub di La Liga dengan tujuh gol kala menghadapi Gijon.
  • Jika dihitung dengan laga tak resmi macam persahabatan dan tur, Paulino Alcantara punya rekor mengagumkan yang harus ditumbangkan Messi dengan torehan 369 golnya (meski catatan lain menyebut golnya sejumlah 357).
  • Urusan jumlah penampilan, Messi masih cukup muda (dan jika ia tetap fit dan masih membela Azulgrana) untuk memecahkan rekor yang saat ini dipegang rekan setimnya, Xavi (622 laga di semua ajang) dan masih akan berlanjut hingga ia pensiun.
  • Dalam raihan trofi, tugas Messi memburu rekor tampaknya lebih ringan: ia saat ini sudah memenangi lima gelar La Liga, tertinggal satu gelar dari Xavi, Pep Guardiola (pelatih Barca saat ini) dan Antoni Ramallets. Ia juga menjadi satu dari lima pemain yang sudah memenangi Liga Champions tiga kali, meski tak turun ke lapangan di final edisi 2006.
  • Di pentas La Liga, mantan penyerang Athletic Bilbao, Telmo Zarra masih memegang rekor total 251 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa, meski Messi yang saat ini masuk daftar 20 besar berada di jalur yang benar untuk menyalipnya.
  • Di semua kompetisi musim ini, Messi sudah menorehkan 61 gol saat artikel ini ditulis, dan kian dekat dengan rekor sebagai pencetak gol terbanyak untuk pemain di klub Eropa. Gerd Muller masih memegang rekor tersebut dengan 67 golnya untuk Bayern Munich di musim 1972-73.
  • Jika terus bermain dengan levelnya seperti sekarang ini, Messi punya peluang untuk menyalip rekor legenda Real Madrid, Francisco Gento yang memenangi enam trofi Eropa di periode 1956 dan 1966. Selain itu, rekor delapan penampilan di final yang dipegang Gento dan Paolo Maldini pun masih bisa digapai. Rekor 12 gelar La Liga miliki Gento pun bisa jadi bidikan Messi untuk dipecahkan.
  • Andai bisa menjaga ketajamannya, Messi pun bisa menggusur legenda Madrid lainnya dari catatan buku rekor. Total 71 gol yang dipegang Raul Gonzales masih menjadi yang tertinggi di Eropa atau Liga Champions - Messi kini mengemas 51, atau 76 di semua kompetisi Eropa - Messi 52 gol.
  • Butuh satu gol lagi untuk Messi melampaui rekor gol terbanyak dalam semusim di kompetisi Eropa, mengingat 14 golnya saat ini menyamai rekor yang dipegang oleh Jose Altafini dan Ruud van Nistelrooy.
  • Di timnas Argentina, Messi sudah melesakkan 22 gol dalam 8 caps. Rekor untuk Albiceleste masih digenggam Gabriel Batistuta (56 gol) dan Javier Zanetti (145 penampilan).
Dan terakhir, Messi punya tugas yang dilematis untuk mengalahkan rekor rivalnya dari Real Madrid, Cristiano Ronaldo sebagai pemain termahal di muka bumi dengan harga 80 juta pound, namun itu artinya ia harus meninggalkan Camp Nou. (bola.net)

Xavi Tak Rugi Tak Bisa Bermain Setim Dengan Ronaldo


Barcelona - Xavi Hernandez punya pandangan tersendiri soal beberapa pemain hebat yang pernah ada di dunia dan bermain di Spanyol. Midfielder Barcelona itu menilai Lionel Messi punya kans untuk menjadi pebola terhebat sepanjang sejarah.

"Jika terus bermain seperti sekarang ini, aku yakin Messi bakal menjadi pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola," ucap Xavi seperti dilansir situs resmi UEFA.

Keberadaan beberapa pemain bintang di Barcelona telah membuat Xavi bangga. Karenanya, dia tak terlalu mempermasalahkan dirinya tak pernah satu tim dengan Zinedine Zidane atau Ronaldo.

"Tentu saja aku ingin berada satu tim dengan Zidane atau Ronaldo. Tapi, aku pun merasa beruntung saat ini bisa bermain untuk Barcelona dan timnas Spanyol. Aku telah bermain bersama sejumlah pemain top dunia yang juga individu hebat. Mereka telah mengajariku banyak hal," sambung Xavi.

"Aku pun tentu senang bisa dilatih oleh pelatih sekaliber Johan Cruyff. Sebab, aku hanya mendengar jika dia telah banyak mengajarkan hal hebat," pungkasnya. (duniasoccer)

Guardiola: Menang atau Peluang Juara Tertutup


Barcelona - Laga melawan Levante disebut Josep Guardiola sebagai sebuah laga penting untuk Barcelona. Karena jika Barca gagal memetik kemenangan, Guardiola menilai timnya tidak akan bisa bersaing lagi dengan Real Madrid.

Barca dan Madrid masih terlibat persaingan seru menuju gelar juara Liga Spanyol musim ini. El Real kini sedang memimpin klasemen dengan keunggulan empat poin.

The Catalans akan melawat ke markas Levante, Minggu (15/4/2012) dinihari WIB, dalam lanjutan Liga Spanyol. Meski dibayangi laga semifinal Liga Champions kontra Chelsea di tengah pekan depan, Guardiola tetap akan menurunkan tim terbaik demi membidik tiga poin.

"Kami tahu ini akan sulit tapi kami ingin terus bersaing di liga dan untuk melakukannya kami harus memainkan tim terbaik," sahut Guardiola di situs resmi Barca.

"Jika selisihnya 10 poin kami bisa membuat salah satu kompetisi menjadi prioritas, tapi dalam situasi ini, laga melawan Levante lebih penting."

Tiga poin yang diraih dari Levante akan menjaga persaingan Azulgrana dengan Los Blancos menuju titel juara. Sebab di pekan berikutnya kedua tim akan saling berhadapan dalam laga El Clasico.

"Jika kami tidak menang dari Levante, kami tidak akan punya sesuatu untuk diperjuangkan melawan Madrid," imbuhnya.

"Kami akan kehilangan peluang untuk meraih gelar. Hanya ada satu cara untuk memperpanjang persaingan, yaitu dengan menang," tegas pelatih berusia 41 tahun itu. (detiksport)

Kamis, 12 April 2012

Pele: Messi Menang Pengalaman, Neymar Masih Paling Oke

 

Rio de Janeiro - Torehan demi torehan sudah digoreskan Lionel Messi. Tetapi di mata Pele, Messi masih kalah hebat dari Neymar.

Pengakuan terhadap kemampuan Messi setidaknya terlihat dari penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2009, disusul FIFA Ballon d'Or dua tahun beruntun, 2010 dan 2011.

Rekor demi rekor juga telah diukir Messi di usianya yang baru 24 tahun. Lewat sumbangan satu gol saat Barcelona menundukkan Getafe pada tengah pekan, ia baru menambah golnya musim ini menjadi 61. Sebelumnya, ia sudah masuk jajaran elit yang berisikan segelintir pemain yang mampu mencetak total 60 gol dalam satu musim.

Rekor lain dalam hal gol di antaranya juga ia buat di Liga Champions. Dengan raihan total 50 gol di ajang itu, ia bergabung dengan jajaran pemain elit lainnya. Si pemain Argentina bahkan menjadi pemain pertama yang bisa bikin 14 gol dalam satu musim Liga Champions sejak format itu digulirkan pada 1992/1993.

Meski begitu, capaian tersebut rupanya tidak terlalu mengesankan Pele. Menurut pemain legendaris Brasil tersebut, Neymar yang juniornya di tim Samba masih lebih baik daripada Messi.

"Sekarang semua orang membicarakan Messi; ia memang seorang pemain bintang. Tapi (untuk menjadi pemain terbaik) ia pertama-tama mesti lebih baik dari Neymar," kata Pele di ESPN.

"Saat ini Messi hanya lebih berpengalaman saja," simpulnya.

Penilaian Pele kembali memantik rivalitas Argentina-Brasil yang kini mewujud dalam sosok Messi-Neymar. Pele sendiri acap dibanding-bandingkan dengan Maradona dalam pembahasan mengenai pemain terhebat dalam sejarah, sebuah perdebatan panjang yang juga melibatkan rivalitas Argentina-Brasil

'Sebut Barca Takkan Juara, Guardiola Harusnya Dipecat'


Barcelona - Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, berkali-kali menyebut timnya tak akan bisa memenangi titel La Liga musim ini. Hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang tabu.

Pertama kali Guardiola menyebut timnya tak akan juara adalah saat Barca tertinggal 10 poin dari Real Madrid di papan klasemen. Menurut Guardiola, jarak tersebut terlalu banyak untuk dipangkas.

Namun, Barca ternyata perlahan-lahan bisa mendekati Madrid. Dari tadinya tertinggal 10 poin, Los Cules kemudian memangkasnya menjadi delapan, enam, dan kini empat poin.

Apakah berkurangnya selisih poin itu membuat Guardiola meralat pernyataannya? Ternyata tidak. Pria berusia 41 tahun itu tetap menganggap timnya tak mungkin bisa menyalip Madrid.

Mantan pelatih Madrid, Bernd Schuster, mengaku heran dengan sikap Barca yang tenang-tenang saja meski Guardiola berkali-kali memberi pernyataan bernada pesimis itu. 

Dia kemudian membandingkan dengan nasibnya pada tahun 2008, di mana Madrid memecatnya gara-gara dia menyebut Los Merengues tak akan bisa mengalahkan Barca dalam perburuan gelar.

"Saya tak bisa memahami kenapa mereka tak memecat Guardiola saat dia bilang bahwa Barca tak bisa memenangi La Liga," cetus Schuster dalam wawancara dengan Radio Marca.

"Normalnya, klub melakukan itu," kata pria berkebangsaan Jerman ini.

Kemenangan Barca untuk Abidal


Barcelona - Barcelona mengalahkan Getafe pada hari yang sama dengan jadwal operasi Eric Abidal. Los Cules pun mempersembahkan kemenangan mereka kepada salah satu pemainnya tersebut.

Abidal dijadwalkan naik ke meja operasi pada Selasa (10/4/2012) waktu setempat. Bek asal Prancis itu akan menjalani transplantasi hati untuk mengatasi efek samping pasca operasi pengangkatan tumor pada tahun lalu.

Tepat di hari operasi Abidal, Barca bertemu Getafe dalam lanjutan Liga Spanyol. The Catalans menang telak 4-0 dan kini memepet Real Madrid di klasemen sementara.

"Kami sangat senang untuk mendedikasikan kemenangan ini untuk Abidal dan sepupunya Gerard (yang mendonorkan hatinya)," ungkap pelatih Barca, Pep Guardiola, di situs resmi klub.

"Ini adalah hari yang spesial karena kami tahu dia sedang dioperasi," katanya.

Dua pemain Barca, Andres Iniesta dan Pedro Rodriguez, juga mengungkapkan hal serupa.

"Saya senang untuk mendedikasikan kemenangan ini untuk Abi. Ini untukmu," seru Iniesta.

"Ini untuk teman kami, Abidal," ujar Pedro. (detiksport)

Cules Azulgrana. Diberdayakan oleh Blogger.